Dari sekian niche yang ada, terkadang blogger pemula akan memilih niche yang cenderung ramai dan kelihatannya mudah. Apalagi kalau bukan niche gado-gado atau unik dan menghibur.
Secara kuantitas belakangan ini niche unik dan menghibur memang menjadi primadona. Bahkan tak hanya blogger saja, tapi media mainstream pun juga ikut-ikutan meramaikan niche unik dan menghibur.
Secara potensial memang niche gado-gado atau unik dan menghibur jauh lebih mudah membuatnya ketimbang niche blog yang lain. Cukup comot info sana info sini, kita sudah bisa membuat satu artikel dengan niche gado-gado.
Ibarat kata niche gado-gado sama nilainya dengan waria. Ia tak jelas identitasnya, bukan laki-laki 100% dan bukan perempuan 100%. Alhasil isinya pun acak-acakan. Ada curhat, olahraga, kuliner, wisata, tutorial, tips dan trik, info menarik dan kadang agama juga ikut-ikutan di ulas. Ini menunjukkan bahwa salah satu kelemahan niche gado-gado adalah krisis identitas.
Karenanya kali ini kita akan mengulas 4 kritik buat blogger yang memilih niche gado-gado. Dengan adanya kritik ini diharapkan para blogger bisa meninjau ulang tentang ketepatan niche gado-gado yang saat ini dia pilih.
Spam Masa Depan
Sehingga artikel yang dibuat oleh mereka tergolong artikel sekali dibaca. Berikutnya akan menjadi sampah di website. Selain karena sudah basi, artikel tersebut juga tak akan relevan lagi. Alhasil yang ada hanyalah memenuhi space website saja.
Otoritas Lemah
Misalnya saja Mas Sugeng. Sedari awal sampai sekarang identitas Mas Sugeng jelas, yakni blogger dengan niche blogger. Sehingga lama kelamaan otoritas yang dibangun juga semakin tinggi. Alhasil sampai saat ini hampir seluruh blogger di Indonesia percaya jika Mas Sugeng cukup memiliki otoritas untuk dijadikan rujukan blogger.
Berbeda cerita jika blogger yang memilih niche gado-gado, ia akan sulit dikenal seseorang. Dan kemungkinan besar dia tak memiliki otoritas pada niche tertentu. Sebab secara kapasitas blog gado-gado hanya setengah-setengah dalam menulis artikel.
Validitas Dipertanyakan
Kaitannya validitas dengan blogger gado-gado hampir tidak ditemukan. Sebab validitas sifatnya objektif, atau dalam kata lain apa yang disajikan sesuai dengan data. Sedangkan blogger gado-gado cenderung lebih subjektif, sehingga informasi yang disajikan masih perlu dipertanyakan, apakah ini sesuai data atau hanya perasaannya sendiri?’
Tak Bernilai Investasi
Lantas jika blognya gado-gado bagaimana investor mau menanam modal di blog dia? Dari sini saja sudah jelas logikanya bahwa blog gado-gado hanya akan dibaca sesaat. Atau ibarat kata 'manis sesaat, sepah dibuang'
Begitulah 4 kritik yang perlu ditinjau lagi bagi pemain niche gado-gado. Setidaknya dengan pikiran yang kritis dan logis, kita akan paham bagaimana memilih niche secara pas dan sesuai dengan passion diri kita. Sebab niche tidak lain adalah jati diri kita.
