Benso.id - Belakangan ini banyak sekali bermunculan media mainstream yang mengangkat topik-topik santai dan humor. Daftar nama seperti 1CAK, Mojok, Pulsk adalah para pelaku media yang membawa misi humorisme di kancah online.
Secara niche mereka masuk dalam kategori hiburan meluas, dimana setiap konten yang ditayangkan tidak terfokus pada satu pembahasan, melainkan banyak bahasan.
Misalnya Mojok, media yang diketuai oleh Puthut EA sekaligus dihiasi oleh Agus Mulyadi ini, sedari awal sudah konsisten berjalan di ranah humor nakal namun berakal.
Sebagai media yang memegang prinsip meluas, setiap harinya Mojok hanya menerbitkan 1 artikel saja. Baik itu tentang kekinian, curhat, politik atau yang lain. Yang pasti setiap artikel yang terbit di Mojok selalu ada unsur humor nakalnya.
Jika beberapa media yang disebut di atas kita kaitkan dengan prinsip optimasi blog, pertanyaan yang muncul adalah, 'Manakah yang lebih penting antara optimasi konten atau menjaga kualitas konten?'
Jika pertanyaan itu disodorkan pada blogger, tentu jawabannya adalah optimasi konten. Karena bagi blogger menulis artikel yang berkualitas saja tidak cukup, perlu adanya optimasi agar konten yang ditulis bisa mejeng di halaman satu Google.
Lalu bagaimana dengan Mojok?
Sejauh ini tidak ada tanda-tanda yang mencirikan bahwa Mojok juga rajin mengoptimasi, terlebih mereka sehari konsisten menerbitkan satu artikel.
Namun meski Mojok tidak memberlakukan optimasi pada setiap kontennya, Mojok tetap berhasil menarik ribuan bahkan puluan ribu perharinya.
Bagaimana bisa?
Jika mau diungkap secara mendalam, Mojok lebih mementingkan karakter ketimbang berlomba-lomba menempati posisi teratas di mesin pencarian. Mojok lebih memilih menjadi media yang human friendly, ketimbang penuh optimasi.
Secara tidak langsung, Mojok cenderung merebut hati pembaca supaya ketagihan dan datang lagi ketimbang merebut hati mesin pencarian seperti Google.
Jika hal tersebut berhasil dilakukan, tentu dikemudian hari Mojok posting apapun akan di tunggu-tunggu oleh pembaca setianya. Tak perlu sibuk-sibuk mengurus optimasi atau backlink, per harinya artikel Mojok akan dibaca ribuan orang.
Inilah sebetulnya yang disebut sebagai artikel human friendly, yakni artikel yang mampu membuat pembacanya ketagihan untuk membaca artikel yang lain. Sehingga dari rasa ketagihan tersebut lama kelamaan pembaca iseng bisa menjadi pembaca setia.
Bagaimana cara membuat blog yang human friendly?
Nomor satu tentu karakter. Melalui karakter seseorang akan mudah menilai bagaimana blog tersebut. Seperti halnya Mojok, dengan tajuk Sedikit Nakal Banyak Akal, Mojok berhasil menunjukkan dirinya sebagai media yang berkarakter humoris, nakal, namun tetap logis alias tidak asal-asalan.
Dengan penguatan karakter tersebut, secara tidak langsung ketika orang mendengar kata Mojok akan langsung tergambarkan 'Media humor'.
Ini berlaku pada blogger yang ingin menetapkan prinsipnya di jalur human friendly. Tak butuh optimasi dan tak butuh backlink, selagi benar-benar human friendly, semua itu akan datang dengan sendirinya.
So, simpulan sederhana dari artikel ini adalah bagaimana membangun web yang mampu merebut hati pembaca sehingga ketagihan untuk membaca, bukan merebut hati Google sehingga blog kita menempati halaman pertama.
Secara niche mereka masuk dalam kategori hiburan meluas, dimana setiap konten yang ditayangkan tidak terfokus pada satu pembahasan, melainkan banyak bahasan.
Misalnya Mojok, media yang diketuai oleh Puthut EA sekaligus dihiasi oleh Agus Mulyadi ini, sedari awal sudah konsisten berjalan di ranah humor nakal namun berakal.
Sebagai media yang memegang prinsip meluas, setiap harinya Mojok hanya menerbitkan 1 artikel saja. Baik itu tentang kekinian, curhat, politik atau yang lain. Yang pasti setiap artikel yang terbit di Mojok selalu ada unsur humor nakalnya.
Jika beberapa media yang disebut di atas kita kaitkan dengan prinsip optimasi blog, pertanyaan yang muncul adalah, 'Manakah yang lebih penting antara optimasi konten atau menjaga kualitas konten?'
Jika pertanyaan itu disodorkan pada blogger, tentu jawabannya adalah optimasi konten. Karena bagi blogger menulis artikel yang berkualitas saja tidak cukup, perlu adanya optimasi agar konten yang ditulis bisa mejeng di halaman satu Google.
Lalu bagaimana dengan Mojok?
Sejauh ini tidak ada tanda-tanda yang mencirikan bahwa Mojok juga rajin mengoptimasi, terlebih mereka sehari konsisten menerbitkan satu artikel.
Namun meski Mojok tidak memberlakukan optimasi pada setiap kontennya, Mojok tetap berhasil menarik ribuan bahkan puluan ribu perharinya.
Bagaimana bisa?
Jika mau diungkap secara mendalam, Mojok lebih mementingkan karakter ketimbang berlomba-lomba menempati posisi teratas di mesin pencarian. Mojok lebih memilih menjadi media yang human friendly, ketimbang penuh optimasi.
Secara tidak langsung, Mojok cenderung merebut hati pembaca supaya ketagihan dan datang lagi ketimbang merebut hati mesin pencarian seperti Google.
Jika hal tersebut berhasil dilakukan, tentu dikemudian hari Mojok posting apapun akan di tunggu-tunggu oleh pembaca setianya. Tak perlu sibuk-sibuk mengurus optimasi atau backlink, per harinya artikel Mojok akan dibaca ribuan orang.
Inilah sebetulnya yang disebut sebagai artikel human friendly, yakni artikel yang mampu membuat pembacanya ketagihan untuk membaca artikel yang lain. Sehingga dari rasa ketagihan tersebut lama kelamaan pembaca iseng bisa menjadi pembaca setia.
Bagaimana cara membuat blog yang human friendly?
Nomor satu tentu karakter. Melalui karakter seseorang akan mudah menilai bagaimana blog tersebut. Seperti halnya Mojok, dengan tajuk Sedikit Nakal Banyak Akal, Mojok berhasil menunjukkan dirinya sebagai media yang berkarakter humoris, nakal, namun tetap logis alias tidak asal-asalan.
Dengan penguatan karakter tersebut, secara tidak langsung ketika orang mendengar kata Mojok akan langsung tergambarkan 'Media humor'.
Ini berlaku pada blogger yang ingin menetapkan prinsipnya di jalur human friendly. Tak butuh optimasi dan tak butuh backlink, selagi benar-benar human friendly, semua itu akan datang dengan sendirinya.
So, simpulan sederhana dari artikel ini adalah bagaimana membangun web yang mampu merebut hati pembaca sehingga ketagihan untuk membaca, bukan merebut hati Google sehingga blog kita menempati halaman pertama.
