Faktor Susah Menulis dan Cara Mengatasinya

Benso.id - Kata orang menulis itu susah-susah gampang, susahnya 2x dan gampangnya 1x. Menulis dalam dunia blogger menjadi suatu keharus yang tak bisa dielakkan. Mau tidak mau jika ingin menjadi blogger, maka ia harus menulis.

Meski demikian, terkadang masih saja ada blogger yang malas mencari ide baru, mengelolanya dan kemudian menuliskannya dengan baik dan enak dibaca. Itu pun tak sedikit jumlahnya. Bahkan ada juga blogger yang berani menggunakan strategi AGC hanya untuk memperbarui postingan tanpa harus capek-capek menulis.

Secara etik jelas ini masuk dalam pelanggaran dan sama sekali tak beretiket. Yang seharusnya tugas blogger adalah mencari, mengelola dan menyampaikan informasi, lama kelamaan tugas itu dikesampingkan dan digeser hanya untuk mementingkan uang.

Namun ada juga blogger yang niat sekali menulis, akan tetapi merasa kebingungan dan kesusahan. Idenya banyak dan inspiratif, namun ia tak bisa menerjemahkan idenya ke dalam bentuk tulisan. Alhasil ide pun hanya  sebatas menjadi ide belaka.

Biasanya orang yang kesulitas menulis memiliki beberapa faktor, diantaranya malas, tidak tahu cara menulis, kesulitas menjelaskan, kurang PD atau menjadi penulis sekaligus menjadi seorang editor. Hal ini yang akhirnya menjegal ide tersebut menjadi sebuah karya tulis.

Karenanya buat blogger yang masih merasa kesulitan menulis atau menerjemahkan ide cemerlangnya ke dalam karya tulis, ada baiknya melirik strategi lancar menulis.

Catat Struktur Artikel


Dalam satu artikel akan selalu ada poin utama yang ingin disampaikan. Melalui poin tersebut tersusunlah gagasan-gagasan pendukung serta argumen penjelas.

Misalnya saja kita ingin menyampaikan poin Adsense. Pada poin ini tentu kita ingin tulisan yang dihasilkan bisa renyah dibaca, jelas dan mudah dipahami, serta mampu memahamkan para pembaca sehingga bisa lolos dan mendapatkan penghasilan dari adsense.

Baru setelah gagasan utama kita catat, perlu adanya gagasan penjelas atau yang biasa disebut sebagai label penjelas. Label penjelas itu seperti, 'Apa itu Google Adsense?' 'Bagaimana konsep Adsense?' Seberapa penting Google Adsense?' barulah nanti masuk pada poin utama yakni 'Mendapatkan uang melalui Adsense'.

Dalam bidang karya sastra pola ini disebut sebagai struktur karya sastra. Struktuk karya sastra itu terdiri dari 'pembuka' 'ide pokok' 'penjelas' 'penutup dan kesimpilan'. Jika komponen-komponen itu mampu kita hadirkan di setiap artikel, tentu artikel yang kita hasilkan akan sangat maksimal.

Jadilah Penulis, Jangan Jadi Editor


Inilah faktor yang sering dialami oleh seorang blogger. Idenya bagus, cemerlang dan inspiratif, namun ketika berusaha menuliskannya, dirinya sendiri selalu berusaha menjadi editor. Akan selalu ada perasaan, 'Ah ini kurang bagus' Duhg, kok kurang nonjok ya' dan lain sebagainya.

Justru dengan sikap semacam itu karya tulis yang kita harapkan akan terbengkalai. Seharusnya adalah 'tulis saja semuanya, baru di edit', bukan tulis edit, tulis edit. Katakan apa yang ingin dikatakan, baru setelah semua tertuliskan, proses editing di mulai.

Kurang Percaya Diri


Kadang faktor percaya diri menjadi penting ketika pesaing kita adalah para master blogger. Kurang percaya diri terhadap tulisan sendiri terkadang dipengaruhi oleh faktor kurang indahnya karya tulis kita. Baik itu dari segi penyampaian, gaya bahasa, struktur dan juga ide gagasannya.

Namun sebetulnya faktor-faktor tersebut mampu kita perbaiki seiring berjalannya waktu. Karena semakin banyak kita berlatih dan membaca buku, perbendaharaan kosa kata kita akan semakin bagus. Kita akan mampu menempatkan kata mana yang sesuai untuk konteks dan penekanan.

Pada kata kunci kurang percaya diri, hal yang perlu dilakukan adalah perbanyak membaca buku, penuhi nutrisi otak kita, perbanyak pisau analisa serta sering berlatih dalam hal gaya bahasa. Niscaya jika kiat-kiat itu dilakukan dengan sendirinya kita akan melampaui Habiburrahman.

Terlalu Sibuk Teknis


Teknis dalam dunia blogging itu perlu, namun bukan nomor satu. Ini yang sering dilalaikan oleh banyak blogger. Mereka sibuk dengan teknis ini dan itu namun lalai untuk memperbaiki kualitas tulisan. Giliran blog-nya sudah bagus, namun ia tetap kesusahan saat menulis.

Sebetulnya analogi yang cukup untuk menggambarkan ini adalah blog itu ibarat perpustakaan. Seberapa bagus perpustakaan itu, seberapa besar perpustakaan itu, namun jika isinya kertas kosong semua, nilainya akan sama saja. Lebih baik perpustakaan kecil atau sedang, namun isinya penuh dengan buku-buku berkualitas dan inspiratif.

Oleh karenanya teknis dalam dunia blogging itu perlu, namun bukan nomor satu. So, mulai saat ini fokuskanlah pada menulis, Bertanyalah pada yang sudah bisa dan memiliki kualitas tulisan yang bagus. Tetap berlatih dan perbanyak membaca buku, niscaya kita akan mampu mencitakan karya tulis yang serat akan gagasan.


0 komentar: