Blogger Vs Youtuber, mana Yang Terbaik?

Benso.id - Belakangan ini peforma Blogger mulai disaingi oleh youtuber. Kemunculan Bayu Skak, dan beberapa youtuber lainnya membuat para blogger hijrah dari menulis menjadi membuat video. Dari fenomena ini maka lahirlah kebimbangan dari blogger, 'apakah harus bertahan menjadi blogger atau ikut hijrah menjadi youtuber?'

Jika pertanyaan tersebut disodorkan pada blogger tulen, tentu jawabannya pasti bertahan menjadi blogger. Apapun keadaannya, blogger tetaplah blogger, tak sekalipun pindah menjadi youtuber atau yang lain. Namun akan menjadi berbeda jika pertanyaan tersebut disodorkan pada blogger pemula, terlebih lagi bagi mereka yang belum mencicipi gurihnya dollar.

Jika kita mau mengamati, baik blogger maupun youtuber masih-masih memiliki kelemahan dan keunggulan. Karenanya untuk meredam kebingungan itu, kali ini kita akan paparkan apa saja kelebihan blogger dan youtuber beserta kelemahannya.

Kelebihan Blogger
  • Simpel dan Potensi Pengetahuan Lebih Luas
Secara filosofis blogger tidak akan bisa dipisahkan dari dua kegaiatan, membaca dan menulis. Atas dua aspek dasar itulah seorang blogger mampu menjadi blogger profesional. Apa yang disajikan benar-benar atas data yang ada, alias bukan spekulasi tanpa dasar semata.

Oleh karena blogger pasti membaca dan menulis, tentu tingkat potensialitas pengetahuan jauh lebih luas. Bukan hanya tahu tentang berbagai hal, blogger juga berpotensi menjadi seorang ahli dalam bidang tertentu. Selain simpel dan tak membutuhkan modal besar, blogger juga berpotensi memiliki pengetahuan luas.
  • Pusat Ideologi
Pernah mendengar kalimat, 'satu peluru mampu menembus satu kepala, namun satu tulisan mampu menembus jutaan kepala', jika pernah mendengar kalimat yang dinasehatkan oleh Sayyid Qutub tersebut, berarti tahu makna terdalam menulis.

Menulis adalah kegiatan yang sangat filosofis. Apa yang tergores di dalam kata, akan selalu ada lipatan-lipatan makna. Alih-alih satu kalimat yang serat akan gagasan, satu kata pun terkadang mampu mengandung makna ganda

Dari sinilah blogger memiliki nilai ideologis. Hampir seluruh manusia berpengaruh di dunia selalu meninggalkan karya. Pun juga seorang filsuf, mereka semua menjadi harum dan mampu mempengaruhi karena adanya karya tulis.
  • Investasi Masa Depan
Bagi seorang blogger yang mampu melihat peluang lebih dalam, sejatinya blogger juga mampu dijadikan investasi masa depan. Sampai saat ini tak sedikit blogger yang berhasil menerbitkan bukunya melalui artikel-artikel kecil yang ditulis melalui blognya.

Tentunya investasi yang dimaksud adalah buku. Melalui kegiatan ngeblog yang diramu dengan konsistensi, bukan sesuatu yang mustahil seorang blogger juga merangkap profesinya menjadi seorang penulis buku. Sebut saja Agnes Davonar, Agus Mulyadi atau Raditya Dika, mereka adalah blogger yang kini sukses gara-gara artikel kecil mereka.

Kelemahan Blogger
  • Malas Membaca dan Kurang Asyik
Mau bagaimana lagi, kunci untuk melahirkan karya tulis yang indah adalah dengan banyak membaca. Melalui banyaknya bacaan itulah perbendaharaan kosa kata menjadi lebih banyak. Namun sayangnya tak semua orang gemar membaca, yang banyak hanyalah membaca sekilas atau tak sampai tuntas habis.

Alhasil, banyak pula blogger yang menulisnya kalang kabut, tak berdasar atau justru ngawur. Dan dari sinilah mulai timbul rasa bosan, kurang asyik atau selainnya.
  • Banyaknya Persaingan
Dalam hal persaingan, baik blogger atau youtuber masing-masing pasti ada. Akan tetapi jika di data, jumlah persaingan antar keduanya masih ketat blogger. Sampai tahun 2017 saja, jumlah blogger meningkat hingga 27% dari tahun 2016. Ini menunjukkan tingkat persaingan blogger lama kelamaan makin menggila.

Selanjutnya dari ketatnya persaingan itu banyak blogger yang minim dana dan minim strategi menghilang dan merasa jenuh. Sulitnya meningkatkan jumlah visitor dan banyaknya pelaku curang, menambah minat blogger pemula makin hilang. Alhasil, mereka pun berhenti ngeblog.

Kelebihan Youtuber
  • Peluang Adsense Tinggi
Harus diakui memang, peluang mendapatkan pundi-pundi dollar dari adsense lebih tinggi youtuber dari pada blogger. Sebagai buktinya, youtuber seperti Bayu Skak dkk mereka semua mampu meraup puluhan juta rupiah dalam sebulan hanya dari adsense.
  • Terkenal
Terkenal? Sudah pasti, apalagi kalau berani menampilkan wajah layaknya Bayu Skak, pasti akan banyak yang kenal. Bukan hanya terkenal, bila video yang disajikan bagus dan berkualitas, bukan sesuatu yang tidak mungkin akan naik level menjadi seorang aktris layaknya Bayu.
  • Lebih Digemari
Sejauh ini youtuber lebih digemari ketimbang blogger. Pasalnya karakteristik orang Indonesia adalah suka yang visual, dan malas dengan bacaan. Sehingga secara tidak langsung potensi lebih digemari itu jauh lebih besar ketimbang blogger.

Kelemahan Youtuber
  • Butuh Modal Banyak
Bila blogger cukup bermodal laptop + jaringan internet, maka menjadi youtuber yang benar-benar mau memproduksi video harus bermodal lebih dari itu. Setidaknya kamera, dan beberapa alat lain harus disediakan.

Lebih dari itu, dibutuhkan juga keahlian khusus untuk mengambil gambar, penataan cahaya, suara dan desain yang bagus agar nampak menarik, itu semua harus ada. Yang pasti dari segi modal youtuber jauh lebih banyak, baik itu modal tenaga, uang, alat dan juga waktu.
  • Non Investasi
Perlu dibedakan memang antara konten yang sifatnya investasi dan tak berinvestasi. Konten investasi adalah konten yang mampu mendatangan keuntungan di kemudian hari serta masih relevan dibaca kapanpun. Sebaliknya konten non investasi adalah konten yang habis ditonton, sepah dibuang.

Namun sejauh ini belum ada perubahan atau pengakuan secara terang dan jelas bahwa menjadi blogger juga merupakan investasi. Yang jelas, tokoh penulis kondang mereka mampu hidup dan mendapatkan keuntungan dikemudian hari karena mereka menulis.

So, itulah beberapa kelebihan dan kekurangan blogger maupun youtuber. Dengan adanya pengamatan yang mendalam tentu akan melahirkan keputusan yang pas. Apakah akan tetap menjadi blogger tulen, atau hijrah menjadi seorang youtuber, itu semua ada ditangan Anda.

0 komentar: