Benso.id -
Branding dalam dunia blogging menjadi sesuatu keharusan. Dalam dunia
bisnis pun demikian, penguatan branding akan terus dilakukan seiring
dengan perjalanan bisnis itu sendiri. Sebab melalui branding suatu blog
bisa lebih sukses dan mencapai puncak karirnya.
Branding tentu tidak bisa diciptakan dengan sekejap mata, perlu adanya proses dan usaha yang panjang untuk membentuk suatu branding tertentu. Aqua misalnya, ia tidak cukup waktu satu dua tahun saja sehingga namanya selalu diidentikkan dengan segala air minum mineral.
Selain Aqua juga ada Honda, merk kendaraan bermotor ini memang tak perli dipertanyakan lagi kualitasnya. Hampir semua sepakat Honda adalah brand ternama dalam urusan kendaraan bermotor. Untuk sampai puncak karirnya layaknya hari ini, Honda perlu melalui lika-liku yang panjang.
Kedua nama di atas merupakanj contoh konkrit bagaimana branding mampu mempengaruhi elektabilitas produk menjadi lebih melejit. Lantas bagaimana dengan blog?
Sebagaimana yang kita ketahui sebelumnya, blogger juga perlu adanya branding. Blogger sendiri dalam perihal nichenya ada beberapa jenis dan kategori. Misalnya saja di niche blogging. Sampai saat ini kiblat dunia blogging kalau tidak Sugeng ya Panduan IM. Itu adalah akibat dari branding yang mereka lakukan.
Dalam niche aplikasi, disana ada Jalan Tikus. Dalam urusan perempuan, disana ada Vemale dan begitu pula yang lain. Sekali lagi ini semua mengartikal betapa pentingnya branding sekaligus penguatan branding bagi seorang blogger.
Selain itu hal yang tidak boleh ditinggalkan dalam persoalan branding adalah perihal persaingan. Setiap blogger pasti mau menampilkan hal yang berbeda dari blogger lain sekalipun topiknya sudah di bahas.
Dari upaya membedakan diri atau memberikan sesuatu yang berbeda itulah kekuatan branding akan nampak, sehingga pembaca akan memperoleh kesan yang berbeda dari pada membaca blog orang sebelah.
Nama bagi blogger sangat perlu. Bahkan nama juga disebut sebagai gambaran awal suatu blogger. Karenanya pemilihan nama untuk sebuah branding sangat diperlukan. Harus ada korelasi atau korespondensi antara niche blog dengan nama blog itu sendiri.
Konsistensi
Yang namanya branding harus ada yang namanya konsistensi, baik itu dalam hal logo, tagline, warn atau yang lain. Dari konsistensi beberapa aspek tersebut, pembaca lama kelamaan akan mengidentikkan sendiri tentang brand kita.
Sesusikan Topik Bahasan
Ini yang selalu menjadi kesalahan seorang blogger, yakni tak kesesuaian antara topik bahasan dengan niche blog. Jika seorang blogger mau mengambil niche tentang memasak, maka topik yang dibahas jangan sampai keluar dari dunia memasak. Justru semakin fokus dan konsisten terhadap suatu topik, disitulah branding akan terbangun.
Branding tentu tidak bisa diciptakan dengan sekejap mata, perlu adanya proses dan usaha yang panjang untuk membentuk suatu branding tertentu. Aqua misalnya, ia tidak cukup waktu satu dua tahun saja sehingga namanya selalu diidentikkan dengan segala air minum mineral.
Selain Aqua juga ada Honda, merk kendaraan bermotor ini memang tak perli dipertanyakan lagi kualitasnya. Hampir semua sepakat Honda adalah brand ternama dalam urusan kendaraan bermotor. Untuk sampai puncak karirnya layaknya hari ini, Honda perlu melalui lika-liku yang panjang.
Kedua nama di atas merupakanj contoh konkrit bagaimana branding mampu mempengaruhi elektabilitas produk menjadi lebih melejit. Lantas bagaimana dengan blog?
Sebagaimana yang kita ketahui sebelumnya, blogger juga perlu adanya branding. Blogger sendiri dalam perihal nichenya ada beberapa jenis dan kategori. Misalnya saja di niche blogging. Sampai saat ini kiblat dunia blogging kalau tidak Sugeng ya Panduan IM. Itu adalah akibat dari branding yang mereka lakukan.
Dalam niche aplikasi, disana ada Jalan Tikus. Dalam urusan perempuan, disana ada Vemale dan begitu pula yang lain. Sekali lagi ini semua mengartikal betapa pentingnya branding sekaligus penguatan branding bagi seorang blogger.
Seberapa Penting Branding?
Branding sama pentingnya dengan visitor, atau dalam kata lain, semakin bagus seorang blogger membranding blognya, semakin meledak pula visitornya. Sebab kekuatan branding berbanding lurus dengan stabilitas visitor blog.Selain itu hal yang tidak boleh ditinggalkan dalam persoalan branding adalah perihal persaingan. Setiap blogger pasti mau menampilkan hal yang berbeda dari blogger lain sekalipun topiknya sudah di bahas.
Dari upaya membedakan diri atau memberikan sesuatu yang berbeda itulah kekuatan branding akan nampak, sehingga pembaca akan memperoleh kesan yang berbeda dari pada membaca blog orang sebelah.
Bagaimana membangun brand?
Carilah Nama yang Berkarakter
Nama bagi blogger sangat perlu. Bahkan nama juga disebut sebagai gambaran awal suatu blogger. Karenanya pemilihan nama untuk sebuah branding sangat diperlukan. Harus ada korelasi atau korespondensi antara niche blog dengan nama blog itu sendiri.
Konsistensi
Yang namanya branding harus ada yang namanya konsistensi, baik itu dalam hal logo, tagline, warn atau yang lain. Dari konsistensi beberapa aspek tersebut, pembaca lama kelamaan akan mengidentikkan sendiri tentang brand kita.
Sesusikan Topik Bahasan
Ini yang selalu menjadi kesalahan seorang blogger, yakni tak kesesuaian antara topik bahasan dengan niche blog. Jika seorang blogger mau mengambil niche tentang memasak, maka topik yang dibahas jangan sampai keluar dari dunia memasak. Justru semakin fokus dan konsisten terhadap suatu topik, disitulah branding akan terbangun.

mantap artikelnya gan, sangat membantu
BalasHapus